Sudah lama dosenmuslim.com tidak berbagi Ilmu. Sudah lapar ilmu kelihatannya nih teman-teman. Oke, pada kesempatan kali ini dosenmuslim.com akan berbagi ilmu kepada teman-teman semua tentang Fiqih Shalat Gerhana Menurut Para Ulama dan yang pasti referensinya dapat dipertanggung jawabkan oke đ
Langsung saja mari kita pelajari ilmu tersebut di bawah ini đ
Di zaman Rasulullah pun, ketika terjadi gerhana matahari yang bersamaan dengan meninggalnya putra Rasul yang bernama Ibrahim, sebagian orang masih menganggap terjadinya gerhana itu karena kematian putra beliau.
Semua kepercayaan itu tak lain adalah mitos atau takhayul yang karena pengetahuan masyarakat tentang alam, khusunya bumi, matahari dan rembulan belum cukup memadai. Sebagian dari mereka bahkan masih memgang kepercayaan yang disebut animisme dan dinamisme. Lalu bagaimanakah Islam memandang fenomena gerhana ini???
Kepercayaan-ke[ercayaan yang disebutkan sebelum ini diluruskan oleh Rasulullah SAW. Dalam Islam, gerhana bulan atau matahari adalah bentuk keagungan Allah SWT sebagai Maha Pencipta, sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW yang artinya:
âSesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana tersebut, maka lakukanlah shalat gerhana.â (Shahih Bukhari, 1042).
Rasulullah juga bersabda di hadits lain yang artinya:
âSesungguhnya matahari dan bulan tidak mengalami gerhana karena terkait kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana tersebut, maka berdzikirlah, bertakbirlah, lakukanlah shalat dan bersedekahlah.â (Shahih Bukhari, 1044).
Shalat gerhana baru disyariatkan 6 tahun 2 bulan setelah Israâ dan Miâraj. Shalat gerhana disyariatkan pertama kali
Sejak disyariatkannya shalat gerhana, 14 Jumadal Akhirah 4 H/20 November 625 M sampai Rasulullah wafat pada hari Senin, 14 Rabiâul Awal 11 H/8 Juni 632 M terjadi 3 kali gerhana matahari dan 5 kali gerhana bulan. Menurut riwayat, Rasulullah wafat tanggal 12 Rabiâul Awal. Lebih detalinya gerhana yang terjadi dalam kurun waktu tersebut berdasarkan perhitungan hisab tadqiqi, lihat tabel berikut:
| TANGGAL | HARI/PASAR | JENIS GERHANA | AWAL GERHANA | AWAL TOTAL | AKHIR TOTAL | AKHIR GERHANA | DURASI GERHANA | DURASI TOTAL | % |
| 14 Jumadil Akhir 4 H/20-11-625 | Rau Wage | Bulan T | 00-50-48 | 01-52-15 | 03-30-26 | 04:31:53 | 03:41:04 | 01:33:11 | 100% |
| 11 Dzul Hijjah 4 H/17-12-626 | Sabtu Pahing | Bulan P | 03-24-59 | 06:44:44 | 03:19:45 | 95% | |||
| 29 Dzul Qaâdah 5 H/21-04-627 | Selasa Legi | Matahari T | 10-32-04 | 11:21:39 | 00:49:35 | 5% | |||
| 14 Dzul Qoâdah 6 H/25-03-628 | Jumâat Kliwon | Bulan P | 17-31-00 | 19:38:01 | 02:07:01 | 31% | |||
| 29 Jumadil Ula 6 H/03-10-628 | Senin Pahing | Matahari C | 05-58-37 | 06:57:42 | 00:59:05 | 12% | |||
| 14 Dzul Qoâdah 7 H/15-03-629 | Rabu Kliwon | Bulan T | 01-12-43 | 02-11-48 | 03-52-20 | 04:51:25 | 03:38:42 | 01:40:31 | 100% |
| 15 Dzul Qoâdah 8 H/04-03-630 | Ahad Wage | Bulan P | 16-09-51 | 18:52:39 | 02:42:47 | 68% | |||
| 29 Syawwal 10 H/27-01-632 | Senin Pon | Matahari C | 07-15-20 | 09:53:40 | 02:38:20 | 82% | |||
Kolom yang berwarna biru berarti bulan atau matahari di bawah ufuq
Sejak disyariâatkannya shalat gerhana sampai beliau bawat, Rasulullah SAW melakukan shalat gerhana hanya 2 kali yaitu:
padahal setelah disyariatkannya shalat gerhana, menurut hisab masih terjadi 4 kali gerhana bulan dan 3 kali gerhan matahari.
Dari penelusuran hisab, sejak tahun 8 (tahun lahirnya sayyid Ibrohim) sampai 10 hijriyah hanya terjadi satu kali gerhana matahari, yaitu gerhana cincin yang terjadi pada hari Senin, 29 Syawal 10 H, bertepatan dengan 27 Januari 632 M, terjadi pada pagi hari jam 07:15 dan berakhir pada jam 09:53. waktu Madinah. Dengan demikian maka kemungkinan besar wafatnya sayyid Ibrohim adalah malam Senin, 29 Syawwal 10 H.
Refensi : http://www.nu.or.id/post/read/66061/penjelasan-seputar-sejarah- dan-fiqih-gerhana
Lalu bagaimana dengan riwayat yang menyebutkan terjadi pada tanggal 10 Rabiâul Awal 10 Hijriyah?
Riwayat tersebut tidaklah salah karena saat itu masyarakat Arab belum mempunyai kalender baku yang menjadi patokan syarâi secara umum. Saat itu sistem kalender masih sering berubah, kabilah Arab seringkali menambah atau mengurangi bilangan bulan dalam setahun untuk kepentingan perang, kadang dalam setahun ada 13 bulan. Kalender qomariyah mulai tertib setelah nabi menyampaikan ayat ke 36 surat At-Taubah pada waktu khutbah hari Tasyrik di Mina.
Dari Aisyah Radliyallahu âAnhaa, :
âTerjadi gerhana matahari pada saat Nabi shallallahu âalaihi wa sallam masih hidup, kemudian Beliau keluar menuju
Intinya, shalat gerhana bulan dan matahari itu 2 rakaâat dan pada setiap rakaâat terdapat 2 rukuk dan 2 sujud
(Kitab al-Mughni karya Ibnu Qudamah, Juz. 3 Hal. 313, dan al-Majmuâ karya Imam Nawawi, Juz. 5 Hal. 48)
Sedangkan Madzhab Hanafi berpendapat shalat gerhana sama seperti shalat biasa
Al Haafidz Al Allaamah Imam An-Nawawi ulamaâ termasyhur dari kalangan madzhab Syafiâi ketika menyebutkan pendapat yang menganjurkan khutbah, beliau mengatakan;
âIni merupakan pendapat mayoritas ulama dan dikutip oleh imam Ibnul Mundzir dari mayoritas ulama.â (al-Majmuâ, Juz. 5 Hal. 59)
Khuthbah shalat gerhana sama dengan khuthbah shalat jumâat dalam rukun dan sunahnya, sedangkan dalam syaratnya tidak sama, dalam khuthbah shalat gerhana tidak harus berdiri, menutup aurat, suci dan duduk di antara dua khuthbah. (Kitab Nihayatuz Zain, Syaikh Nawawi al- Bantani, hal. 100)
Baca juga: Hukum oral sex pada pasangan suami istri
Imam Ibnu Hajar Al-Haitami di dalam kitabnya Tuhfatul Muhtaj terkait shalat gerhana mengatakan:
Baca Juga: Gerhana Bulan dan Supermoon Berlaku di Arab Saudi
Â
Pahala dan dosa merupakan bentuk kepedulian Allah kepada makhluknya. Siapa yang melakukan kebaikan akan Allah…
Dunia hanyalah tempat hidup sementara bagi semua makhlukNya. Dan akhirat adalah tempat hidup kekal bagi…
Pengertian Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW Sebagai orang beriman pastinya tidak asing dengan kata shalawat.…
13 Situs Jurnal Referensi Karya Tulis Ilmiah dosenmuslim.com - Pendidikan merupakan kegiatan yang bersifat wajib…
Di zaman yang serba modern ini, menuntut orangtua untuk lebih menjaga anak-anaknya dari budaya global…
www.dosenmuslim.com - Setiap orang tua yang putra-putrinya sudah duduk di bangku kelas 6 SD/MI pasti…