Pada kesempatan kali ini dosenmulim.com akan membagikan ilmu tertentang Indikator Guru dalam Melaksanakan Pembelajaran Tuntas. Di dalam ilmu ini juga dilengkapi dengan referensinya. Penasaran? Mari langsung saja kita pelajari ilmu tersebut di bawah ini.
Indikator-indikator guru dalam melaksanakan Pembelajaran Tuntas itu ada beberapa macam di antaranya yaitu;
Pembelajaran tuntas dilakukan dengan pendekatan diagnostik. Strategi pembelajaran tuntas sebenarnya menganut pendekatan individual, dalam arti meskipun kegiatan belajar ditunjukan kepada sekelompok siswa (kelas)tetapi juga mengakui dan memberikan layanan sesuai dengan perbedaan individual sedemikian rupa, sehingga pembelajaran memungkinkan berkembangnya potensi masing-masing peserta didik secara optimal. Metode yang sangat ditekankan dalam pembelajaran tuntas adalah pembelajaran individual, pembelajaran dengan teman dan bekerja dalam kompok kecil. Pendekatan-pendekatan alternatif tambahan harus digunakan untuk mengakomodsi perbedaan gaya belajar siswa.
Pembelajaran tuntas sangat mengandalkan pada pendekatan tutorial dengan sesi-sesi kelompok kecil, tutorial orang perorang, pemelajaran terperogram, permainan dan pemelajaran berasis komputer.[1]
Strategi pembelajaran tuntas menekankan peran guru atau tanggung jawab guru dalam mendorong keerhasilan peserta didik secara individual. Pendekatan yang dipakai mendekati dengan model personalized system of instruction (PSI) seperti yang dikembangkan oleh Keller, yaitu lebih menekankan pada interaksi antara peserta didik dengan materi atau objek belajar. Guru harus berperan secara intensif dalam hal-hal berikut:
Baca juga: Perbedaan Antara Pembelajaran Tuntas dengan Pembelajaran Konvensional
Peran siswa yaitu sebagai subyek didik. Fokus program sekolah itu bukan berorientasi kepada guru dan tugas yang dikerjakan, tetapi kepada siswa dan tugas yang akan dikerjakan siswa. Jadi siswa dalam pembelajaran tuntas lebih leluasa dalam menentukan jumlah waktu belajar yang diprlukan.[3]
Ketuntasan belajar ditetapkan dengan penilaian acuan patokan pada setiap kompetensi dasar, tidak ditetapkan berdasarkan norma. Dalam hal ini batas ketuntasan harus ditetapkan oleh guru, misalnya apakah siswa harus mencapai nilai 75, 65, 55 atau sampai nilai berapa seseorang siswa dinyatakan mencapai ketuntasan dalam belajar.[4]
[1] Abdul majid, Strategi Pembelajaran (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2013), hlm 166.
[2] Ibid.,hlm 167
[3] Ibid.,hlm 168
[4] Ibid.,hlm 168
Pahala dan dosa merupakan bentuk kepedulian Allah kepada makhluknya. Siapa yang melakukan kebaikan akan Allah…
Dunia hanyalah tempat hidup sementara bagi semua makhlukNya. Dan akhirat adalah tempat hidup kekal bagi…
Pengertian Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW Sebagai orang beriman pastinya tidak asing dengan kata shalawat.…
13 Situs Jurnal Referensi Karya Tulis Ilmiah dosenmuslim.com - Pendidikan merupakan kegiatan yang bersifat wajib…
Di zaman yang serba modern ini, menuntut orangtua untuk lebih menjaga anak-anaknya dari budaya global…
www.dosenmuslim.com - Setiap orang tua yang putra-putrinya sudah duduk di bangku kelas 6 SD/MI pasti…