الاعراب هو تغيير أواخر الكلم لاختلاف العوامل عليها لفطا أو تقديرا
“I’rab atau Mu’rab adalah perubahan akhir kata karena masuknya amil yang berbeda-beda, baik secara lafadz maupun secara dikira-kirakan keberadaannya.”
Perubahan secara lafadz itu seperti contoh berikut:
جَاءَ زَيْدٌ = Zaid telah datang.
رَأَيْتُ زَيْدًا = Aku telah melihat Zaid.
مَرَرْتُ بِزَيْدٍ = Aku telah bertemu dengan Zaid.
Sedangkan perubahan yang dikira-kirakan keberadaannya adalah seperti dlam contoh berikut:
جَاءَ الْفَتَى = Seorang pemuda telah datang.
رَأَيْتُ الْفَتَى = Aku telah melihat seornag pemuda.
مَرَرْتُ بِالْفَتَى = Aku telah bertemu dengan seorang pemuda.[1]
وأقسامه أربعة رفع ونصب وخفض و جزم
“I’rab terbagi menjadi empat macam, yaitu i’rab rafa’, nashab, khafadh (jer), dan jazm.”
Di antara contoh dari i’rab-i’rab di atas ialah sebagai berikut:
Klick saja di nama I’rab Untuk mengetahui alamat-alamatnya.
فللأسماء من ذلك الرّفع والنّصب والخفض ولا جزم فيها
“Di antara I’rab yang berjumlah empat macam itu yang boleh memasuki isim hanyalah i’rab rafa’, nashab, dan khafadh (jer). Sedangkan i’rab jazm tidak boleh mamsukinya.”
Dari i’rab-i’rab di atas yang dapat memasuki isim contohnya sebagai berikut:
وللأفعال من ذلك الرّفع زالنّصب والجزم ولا خفض فيها
“Di antara I’rab yang berjumlah empat macam itu yang boleh memasuki fi’il hanyalah i’rab rafa’, nashab, dan jazm. Sedangkan i’rab khafadh (jer) tidak boleh mamsuki fi’il.”
Dari i’rab-i’rab di atas yang dapat memasuki isim contohnya sebagai berikut:
يَنْصُرُ = Dia menolong
يَقْرَأُ = Dia membaca
يَعْلَمُ = Dia mengetahui
اَنْ يَنْصُرَ = Hendaknya dia menolong.
اَنْ يَقْرَأَ = Hendaknya dia membaca.
اَنْ يَعْلَمَ = Hendaknya dia mengetahui.
لَمْ يَنْصُرْ = Dia tidak menolong.
لَمْ يَقْرَأْ = Dia tidak membaca.
لَمْ يَعْلَمْ = Dia tidak mengetahui.[4]
والبناء لزوم أواخر الكلم حركة أو سكونا وأنواعه أربعة ضمّ وفتح وكسرة وسكون
“Bina (Mabni) adalah kata yang huruf akhirnya senantiasa tetap (tidak berubah), baik harakat maupun sukunnya. Bina (Mabni) itu ada empat macam, yaitu bina’ dhammah, bina’ fathah, bina’ kasrah, dan bina’ sukun.”
Contoh bina’ dhammah, seperti lafadz حَيْثُ , bina’ fathah, seperti lafadz أَيْنَ , bina’ kasrah, seperti lafadz أَمْسِ , dan bina’ sukun, seperti lafadz هَلْ .[5]
Baca Juga lanjutannya dengan KLICK di bawah ini:
FI’IL MU’RAB DAN FI’IL MABNI
[1] Syekh Syamsuddin Muhammad Arra’ini, Ilmu Nahmu Terjemah Mutammimah Ajurumiyyah, (Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2016) cet. ke-19, hal. 11-12.
[2] Ibid, hal. 12
[3] KH. Moch. Anwar, Ilmu Nahwu Terjemahan Matan Al-Jurumiyyah dan ‘Imrthy, (Bandung: Sinar Baru Algensindo, 1997) cet. ke-8, hal. 13.
[4] Ibid, hal. 14.
[5] Syekh Syamsuddin Muhammad Arra’ini, Ilmu Nahmu Terjemah Mutammimah Ajurumiyyah, (Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2016) cet. ke-19, hal. 13.
Pahala dan dosa merupakan bentuk kepedulian Allah kepada makhluknya. Siapa yang melakukan kebaikan akan Allah…
Dunia hanyalah tempat hidup sementara bagi semua makhlukNya. Dan akhirat adalah tempat hidup kekal bagi…
Pengertian Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW Sebagai orang beriman pastinya tidak asing dengan kata shalawat.…
13 Situs Jurnal Referensi Karya Tulis Ilmiah dosenmuslim.com - Pendidikan merupakan kegiatan yang bersifat wajib…
Di zaman yang serba modern ini, menuntut orangtua untuk lebih menjaga anak-anaknya dari budaya global…
www.dosenmuslim.com - Setiap orang tua yang putra-putrinya sudah duduk di bangku kelas 6 SD/MI pasti…
View Comments