Prinsip-prinsip Bimbingan Konseling

Diposting pada

Prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling

Dalam memberi bimbingan belajar guru hendaknya memperhatikan beberapa prinsip di antaranya yaitu;

Menurut pendapat Nana Syaodih Sukmadinata prinsip-prinsip bimbingan dan konseling yaitu:

  1. Bimbingan belajar diberikan kepada semua siswa. Semua siswa baik yang pandai, cukup, ataupun kurang.
  2. Sebelum memberi bantuan, guru terlebih dahulu harus berusaha memahami kesulitan yang dihadapi siswa.
  3. Bimbingan belajar yang diberikan guru hendaknya disesuaikan dengan masalah serta faktor-faktor yang melatarbelakanginya.
  4. Bimbingan belaj ar hendaknya menggunakan teknik yang bervariasi.
  5. Dalam memberikan bimbingan belajar hendaknya guru berkerja sama dengan staf sekolah yang lain. [1]

Sedangkan di dalam buku Kartini Kartono, prinsip dari bimbingan dan konseling yaitu, bahwa setiap orang adalah berharga, satu prinsip yang penting, peserta didik juga mempunyai potensi dan hak untuk memperoleh sukses dalam kehidupannya. Seharusnya ia ditolong, agar potensinya itu menjadi realita.[2]

Pendapat dari Kartini dan Kartono juga sama dengan pendapat M. Arifin yang menjelaskan bahwa setiap individu memiliki fitrah (kemampuan dasar) yang dapat berkembang dengan baik bilamana diberi kesempatan melalui bimbingan yang baik. Pandangan yang demikian bersumber dari hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi;

Tidaklah setiap anak terlahir kecuali dalam keadaan fitrah sampai kedua orang tuanya yang menjadikannya yahudi, nasrani atau majusi.[3]

Dari pendapat di atas, penulis setuju dengan pendapat dari Kartini Kartono, yang menjelaskan bahwa bahwa setiap orang adalah berharga, dengan adanya prinsip seperti itu, maka peserta didik merasa bahwa dirinya dihargai oleh orang lain. Sehingga peserta didik akan lebih bersemangat (optimis) dalam menghadapi masalah baik di sekolah maupun di luar sekolah. Selain itu juga, peserta didik juga akan menganggap bahwa dirinya tidak dibeda-bedakan dari peserta didik yang lain karena ia mempunyai pendapat bahwa dirinya mempunyai kelebihan dibandingkan orang lain.


Refrensi Buku

[1] Nana Syaodih Sukmadinata, Landasan Psikologi Proses Pendidikan, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya), 2005, Cet. III, h. 241-242

[2] Kartini Kartono (Penyunting), Bimbingan Belajar di SMA dan Perguruan Tinggi, (Jakarta: CV. Rajawali, 1985), Cet. I, h. 116

[3]Imam Muslim, Al-Jami’ al-Shahih, (Bairut: Dar al-Fikr, tt), Juz. VIII, h. 52

Pendidikan Formal : 2003 - 2009 SD N Tugu 1 Sayung Demak, 2009 - 2012 MTs Futuhiyyah-1 Mranggen Demak, 2012 - 2015 MA Futuhiyyah-1 Mranggen Demak, 2015 - 2019 PAI S-1 Universitas Alma Ata Yogyakarta, 2020 - 2022 PAI S-2 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Pendidikan Informal : 2009 - 2015 PonPes Futuhiyyah Mranggen Demak, 2015 - 2017 PonPes Al Munawwir Krapyak Bantul Yogyakarta, 2017 - 2019 PonPes Baitul Qur'an Daarut Tauhiid Yogyakarta.