Mendalami Taubat dalam Akhlak Tasawuf

Diposting pada

Pengertian Taubat

Secara bahasa ”taubat” merupakan bentuk isim masdar (kata benda abstrak) dari kata taba-yatubu-taubatan, yang artinya kembali. Orang yang bertaubat berarti orang yang kembali kepada jalan Allah untuk mengikuti seluruh aturan dan perintah-Nya, serta menjauhi larangan-Nya. Taubat sesungguhnya adalah (taubatan nashuhah). Menurut para sufi, adalah suatu sikap penyesalan dengan sepenuh hati atas seluruh perbuatan maksiat dan dosa yang telah dilakukan, lalu diiringi dengan suatu tekad untuk tidak mengulanginya kembali.[1]

Taubat seperti mana yang di jelaskan di buku ini ialah kembali kepada Allah dengan meninggalkan segala perbuatan dosa dan maksiat dan menghiasi dengan akhlak yang mulia dan amal ibadah semata-mata karna Allah.[2]

 Allah SWT berfirman:

وتوبوا الى الله جميعا ايها المؤمنون لعلكم تفلحون…

“Dan bertaubatlah kalian semua kepada Allah, wahai orang-orang mukmin, agar kalian mendapat keberuntungan.”(QS. An-Nur: 31)

وان استغفروا ربكم ثم تويوا اليه …الخ

“Dan hendaklah kamu meminta ampunan kepada Tuhan-mu dan bertaubat kepada-Nya….” (QS. Hud: 3)

ياايها الذين امنوا توبوا الى الله توبة نصوحا…الخ

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya….”

(QS. At-Tahrim: 8)


Bahaya Menunda Taubat

Menunda taubat adalah perbuatan yang sangat berbahaya, karena kita tidak tahu sampai berapa tahun kita hidup di dunia ini. Ketika nyawa seseorang telah lepas dari tubuhnya, sementara ia belum sempat bertaubat atas dosa-dosanya, baik dosa yang terkait dengan Allah maupun sesama manusia, maka hal itu menjadi tanda bahwa ia akan celaka di akhirat nanti.

Berbahagialah orang yang segera melakukan taubat, sebelum ia sekarat. [3] Tidak ada jalan lain bagi kita kecuali segera bertaubat. Semoga kita termasuk orang-orang yang terus-menerus melakukan dosa, dan semoga Allah menerima taubat kita. Sesungguhnya Allah akan mencari orang yang mau bertaubat dan akan meneima tobatnya dalam setiap waktu, terlebih pada waktu sepertiga malam.

Rasulullah SAW telah bersabdah: “Sesungguhnya Allah selalu membuka tangan-Nya di waktu malam untuk meneima taubat orang yang berbuat dosa diwaktu siang dan membuka tangan-Nya di waktu siang untuk meneima tobat orang yang berbuat dosa di waktu malam, sampai matahari terbit dari sebelah barat.

Taubat yang benar dan bersungguh-sungguh akan menghapus dosa-dosa sebelumnya dan menjadikan seseorang hamba akan membuka lembaran baru dalam hidupnya. “Ya Allah semoga engkau berkenan menjadikan kami termasuk orang-orang yang bertaubat, sehingga kami tergolng orang-orang yang memperoleh ampunan-Mu.”[4]


Referensi

[1] Dr.H.Abdul Mustaqim, M.A, Dimensi Akhlak Tasawuf, (Yogyakarta: Kreasi Wancana Yogyakarta, 2007), cet.I, hlm 61.
[2] Prof.Dr.H.Abuddin Nata, M.A, Akhlak Tasawuf Dan Karakter Mulia, (Jakarta: PT RAJAGRAFINDO PERSADA, 1996), cet.I, hlm 354.
[3] Dr.H.Abdul Mustaqim, M.A, Dimensi Akhlak Tasawuf, (Yogyakarta: Kreasi Wancana Yogyakarta, 2007), cet.I, hlm 69-72.
[4] Ibid., hlm 71-72.

Pendidikan Formal : 2003 - 2009 SD N Tugu 1 Sayung Demak, 2009 - 2012 MTs Futuhiyyah-1 Mranggen Demak, 2012 - 2015 MA Futuhiyyah-1 Mranggen Demak, 2015 - 2019 PAI S-1 Universitas Alma Ata Yogyakarta, 2020 - 2022 PAI S-2 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Pendidikan Informal : 2009 - 2015 PonPes Futuhiyyah Mranggen Demak, 2015 - 2017 PonPes Al Munawwir Krapyak Bantul Yogyakarta, 2017 - 2019 PonPes Baitul Qur'an Daarut Tauhiid Yogyakarta.