Pengertian Bimbingan Konseling Lengkap dengan Referensinya

Diposting pada

Pengertian Bimbingan Konseling

Pada kesempatan kali ini penulis akan membahas tentang Pengertian Bimbingan Konseling, yang mana di dalamnya dilengakapi dengan referensinya. Untuk lebih jelasnya mari kita bahas di bawah ini.


Pembahasan

Dilihat dari asal kata bimbingan yaitu bimbing, yang artinya pimpin; asuh; tuntun. Sedangkan bimbingan artinya petunjuk (penjelasan) cara mengerjakan sesuatu.[1]

Bimbingan merupakan bantuan yang dapat diberikan oleh pribadi yang terdidik dan wanita atau pria yang terlatih, kepada setiap individu yang usianya tidak ditentukan untuk dapat menjalani kegiatan hidup, mengembangkan sudut pandangannya, mengambil keputusannya sendiri dan menanggung bebannya sendiri.[2]

Menurut Saliman dan Sudarsono dalam bukunya Kamus Pendidikan, Pengajarctn, dan Umum, mengartikan bimbingan sebagai bantuan yang diberikan kepada murid untuk menemukan sendiri dan memberi respon yang tepat atas kemauan sendiri dalam masalah studi dan sosial.[3]


Baca juga: Hubungan Bimbingan dan Konseling


Sedangkan Menurut Bimo Walgito dalam bukunya Bimbingan dan Konseling di Sekolah, mengemukakan bahwa “Bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu- individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan-kesulitan di dalam kehidupannya, agar individu atau sekumpulan individu-individu itu dapat mencapai kesejahteraan hidupnya”.[5]

Selain itu menurut Paimun dalam diktatnya Bimbingan dan Konseling, mengemukakan bahwa “Bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara terus menerus, supaya individu tersebut dapat memahami dirinya sehingga sanggup mengarahkan diri dan dapat bertindak wajar sesuai tuntutan dan keadaan lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Dengan demikian dia dapat mengecap kebahagiaan hidupnya dan dapat memberikan sumbangan yang berarti kepada kehidupan masyarakat pada umumnya”.[6]

Dari uaraian-uraian di atas dapat disimpulkan mengenai pengertian bimbingan, yaitu suatu proses pemberian bantuan yang terus-menerus dan sistematis kepada incividu dalam memecahkan masalah yang dihadapinya, agar tercapai kemampuan untuk dapat memahami dirinya dan kemampuan untuk mengarahkan dirinya sesuai dengan potensi atau kemampuannya dalam mencapai penyesuaian diri dengan lingkungan, baik keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

Pengertian Bimbingan KonselingKemudian pengertian konseling yaitu pemberian bimbingan oleh yang ahli kepada seseorang dengan menggunakan metode psikologis; pengarahan, atau pemberian bantuan oleh konselor kepada konseler sedemikian rupa sehingga pemahaman terhadap kemampuan diri sendiri meningkat dalam memecahkan berbagai masalah; penyuluhan.[7]

Konseling merupakan salah satu teknik dalam pelayanan bimbingan di mana proses pemberian bantuan itu berlangsung melalui wawancara dalam serangkaian pertemuan langsung dan tatap muka antara guru pembimbing atau konselor dengan klien; dengan tujuan agar klien itu mampu memperoleh pemahaman yang lebih baik terhadap dirinya, mampu memecahkan masalah yang dihadapinya dan mampu mangarahkan dirinya untuk mengembangkan potensi yang dimiliki ke arah perkembangan yang optimal, sehingga ia dapat mencapai kebahagian pribadi dan kemanfaatan sosial. Berikut ini akan dikemukakan beberapa karakteristik yang terkandung dalam pengertian konseling, sebagaimana yang dikutipkan oleh Shertzer dan Stone dalam bukunya Fundamental of Counseling dari Patterson:

  1. Konseling ialah berhubungan dengan usaha untuk mempengaruhi perubahan sebagian besar tingkah laku klien secara sukarela (klien ingin untuk mengubah dan mendapatkan bantuan dari konselor).
  2. Maksud dari konseling ialah menyajikan kondosi yang dapat memperlancar dan mempermudah perubahan sukarela itu (kondisi- kondisi yang demikian itu adalah merupakan kewajiban individu dalam menentukan pilihan yang tepat untuk berdiri sendiri dan memperoleh kepercayaan diri sendiri).
  3. Kondisi yang memperlancar perubahan tingkah laku itu diselenggarakan melalui wawancara (tidak semua wawancara adalah konseling, tetapi konseling selalu menyangkut wawancara).
  4. Suasana mendengar terjadi dalam konseling, tetapi tidak semua proses konseling itu terdiri dari mendengar itu saja.
  5. Konselor memahami klien.
  6. Konseling diselenggarakan dalam suasana pribadi dan hasilnya dirahasiakan.
  7. Klien mempunyai masalah-masalah psikologis dan konselor memiliki keterampilan atau keahlian dalam membantu memecahkan masalah- masalah psikologis yang dihadapi klien.[8]

Pelayanan dengan konseling dimaksudkan untuk memberikan bantuan kepada individu dalam memecahkan masalahnya secara individuil. James F. Adams menjelaskan bahwa “konseling adalah suatu pertalian timabal balik antara dua orang individu di mana yang seorang (counselor) membantu yang lain (counselee), supaya ia dapat lebih baik memahami dirinya dalam hubungannya dengan masalah-masalah hidup yang dihadapinya pada waktu itu dan pada waktu yang akan datang”.[9]

Menurut Kartini Kartono, konseling ialah wawancara yang melibatkan dua pihak, konselor dan konseli, dalam pergumulan memahami dan merumuskan masalah, mencari jalan keluar dan melaksanakan jalan keluar. Wawancara konseling dilakukan dalam interaksi/hubungan antara penolong dengan yang ditolong. Hubungan dalam konseling ditandai oleh usaha saling memahami, menghargai dan menerima, yang memperlancar proses menolong.[10]

Dari beberapa uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa konseling adalah “Bantuan yang diberikan kepada individu dalam memecahkan masalah kehidupannya dengan wawancara, dengan cara-cara yang sesuai dengan keadaan individu yang dihadapi untuk mencapai kesejahteraan hidupnya”.

Dari beberapa pengertian mengenai bimbingan dan konseling di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa bimbingan dan konseling merupakan proses bantuan atau pertolongan yang diberikan oleh pembimbing (konselor) kepada individu (konseli) melalui pertemuan tatap muka atau hubungan timbal balik antara keduanya, agar konseli memiliki kemampuan dalam menemukan masalahnya serta mampu memecahkan masalahnya sendiri.


Refrensi Buku

[1] Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2002), Cet. II, h. 152.

[2] Dewa Ketut Sukardi, Bimbingan dan Penyuluhan Belajar di Sekolah, (Surabaya: Usaha Nasional, 1983), h. 64.

[3] Saliman, Sudarsono, Kamus Pendidikan, Pengajaran, dan Umum, (Jakarta: Rineka Cipta, 1994), Cet. I, h. 33.

[4] Hallen A., Bimbingan dan Konseling, (Jakarta: Ciputat Pers, 2002), cet. I, h.3-5.

[5] Bimo Walgito, Bimbingan dan Konseling di Sekolah, (Yogyakarta: Andi Offset, 1995), cet. III, h.4.

[6] Paimun, Bimbingan dan Konseling, (Jakarta, UIN Syarif Hidayatullah, 2005), h. 9,

[7]  Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2002), Cet. II, h. 588.

[8]  Hallen A., Bimbingan dan Konseling, (Jakarta: Ciputat Pers, 2002), cet. I, h. 11-13.

[9] I. Djumhur, Moh. Surya, Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah, (Bandung: C.V. Ilmu, 1975), h. 29.

[10] Kartini Kartono, Bimbingan dan Dasar-Dasar Pelaksanaannya, (Jakarta: Rajawali, 1985), cet. I, h. 181.

[11] Tohirin, Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah, (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2007), cet. I, h. 22-23.

[12] Bimo Walgito, Bimbingan dan Konseling di Sekolah, (Yogyakarta: Andi Offset, 1995), cet. III, h. 5.

 

iklan
Gambar Gravatar
Selamat datang di www.dosenmuslim.com Website ini merupakan referensi terperacaya para mahasiswa, karena wabsite ini di dalamnya memuat penemuan atau penilitian dari para pakar yang sudah dikumpulkan di dalam buku. Salam Muda Berkarya Editor M. Nasikhul Abid, S.Pd.I