Pengertian dan Macam-macam Zakat

Diposting pada

Pengertian Zakat

Zakat berasal dari kata tzkiyah yang mengandung arti kesuburan, kesucian, dan keberkahan. Sedangkan menurut pengertian syara’ adalah mengeuarkan sebagian dari hartanya yang dimiliki menurut ketentuan syara’.[1]

Bagi orang Islam yang telah memiliki harta yang sampai memenuhi syarat zakat,, maka hukumnya wajib mengeluarkan  sebagian dari hartanya untuk dizakatkan. Kewajiban zakat ini berdasarkan dari Firman Allah SWT dalam Q.S. An-Nuur ayat 56, yang berbunyi:

اقيموا الصّلاة واتوا الزّكاة واطيعوا الرّسول لعلكم ترحمون. (سورة النّور: 56)

Artinya: “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan ta’atilah kepada Rasul, supaya kamu diberi rahmat.” (Q.S. An-Nuur: 56)[2]

Di dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 277 Allah SWT juga berfirman, yang berbunyi:

انّ الّذين أمنوا وعملوا الصّالحات وأقاموا الصّلاة وأتوا الزّكاة لهم أجرهم عند ربهم ولا خوف عليهم ولا هم يحزنون. (سورة البقرة: 277)

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal shalih, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat, mereka mendapatkan pahala disisi Tuhan-Nya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak  (pula) mereka bersedih hati.” (Q.S. Al-Baqarah: 277)[3]


Macam-macam Zakat

Secara garis besar, zakat itu ada dua maca, yaitu:

  • Zakat Mal (zakat harta), yaitu zakat tumbuh-tumbuhan (biji-bijian dan buah-buahan), zakat binatang ternak, zakat emas, dan perak (perhiasan), dan zakat perniagaan.
  • Zakat fithrah (zakat jiwa), yaitu zakat yang dikeluarkan berdasarkan jumlah jiwa atau anggota keluarga. Zakat fithrah ini dikeluarkan pada saat selesainya melaksanakan ibadah puasa Ramadhan.[4]

Refrensi Buku

[1] Moh. Saifullah Al Aziz, Fiqih Islam, Lengkap; Pedoman Hukum Ibadah Umat dengan Berbagai Permasalahan, (Surabaya: Terbit Terang), Ed. Rev., hlm. 269.

[2] Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemah, Mushah Al-Hilali, (Jakarta: PT Insan Cendekia Pustaka, 2013), cet. ke-14, hlm. 357.

[3] Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemah…, hlm. 47.

[4] Moh. Saifullah Al Aziz, Fiqih Islam, Lengkap; Pedoman Hukum Ibadah Umat dengan Berbagai Permasalahan, (Surabaya: Terbit Terang), Ed. Rev., hal. 271-272.