Madu adalah sebaik-baiknya makanan dan obat

Madu adalah Sebaik-baiknya Obat dan Makanan

Diposting pada

Keutamaan Madu dalam Al-Qur’an

Madu merupakan sebaik-baiknya obat dan makanan. Tidak ada tumbuhan maupun buah-buahan yang dapat menandingi khasiat dan kemanfaatan madu untuk dijadikan obat ataupun makanan. Hal ini dikarenakan madu merupakan alternatif yang diberikan langsung oleh Allah yang Maha Esa untuk  dijadikan obat dan makanan yang sehat dan bergizi bagi manusia. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. An-Nahl ayat 68 – 69 sebagai berikut:

Artinya:

  1. Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, “Buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia,
  2. kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).” Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir. (An-Nahl/16:68-69)
Madu adalah sebaik-baiknya obat dan makanan
Ingin madu murni dan berkualitas tinggi dengan kadar air hanya 17.5 %? Hub. 08891770927

Sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah pasti di dalam nya terdapat pelajaran, hikmat, manfaat, dan khasiyat yang luar biasa. Karena sesungguhnya Allah Maha Mengetahui sesuatu yang terbaik untuk manusia, oleh sebab itu Allah beri juga makanan dan obat yang terbaik pula.

Baca juga : Sejarah Singkat Pembukuan Hadits

Keutamaan Madu dalam Hadits

Agama Islam memerintahkan kepada para umatnya untuk selalu mentadaburi segala sesuatu ciptaakn Allah yang ada di alam semesta ini. Kegiatan tersebut merupakan salah satu aktifitas dari pengamalan Al-Qur’an dan Hadits. Di dalam Al-Qur’an Allah banyak memerintahkan kepada umat Islam untuk menggunakan akalnya agar dapat memahami ayat-ayatNya, baik Qauliya maupun Kauniyah.

Walaupun umat Islam diperintahkan untuk taat kepada Al-Qur’a dan Hadits, akan tetapi tidak menentang kepada percobaan ilmiah. Karena sesungguhnya percobaan ilmiah juga merupakan ilmu Allah. Dan ilmiah juga terdapat di dalam Al-Qur’an.

Islam mengajarkan kepada pengikutnya untuk berhati-hati dalam mencegah sesuatu yang mengandung madharat. Termasuk juga dalam dunia medis yang disebut dengan istilah preventif. Tidak hanya pencegahan, dunia pengobatan juga mendapat porsi perhatian yang cukup besar dari Rasulullah SAW melalui hadits-haditsnya.

Hadits-hadits tentang Madu

Di dalam kitab-kitab hadits banyak sekali hadits yang menganjurkan manusia untuk melakukan pengobatan dengan MADU. Dan di bawah ini merupakan hadits-haditsnya:

  1. Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Kesembuhan ada tiga hal yaitu minum madu, goresan pembekam, dan pengobatan dengan besi yang dipanaskan. Saya melarang umatku dari pengobatan dengan besi yang dipanaskan.” (HR. Bukhari V/2151) Maksudnya larangan tersebut adalah dilakukan sebagai pengobatan awal. Artinya boleh jika semua pengobatan telah dilakukan, kecuali yang dari besi dipanaskan.
  2. Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, bahwa seseorang laki-laki datang menemui Rasulullah dan berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya perut saudaraku istithlaq (kembung atau diare).” Kemudian Rasulullah berkata kepadanya, “Minumkan madu untuknya”. Ia pun memberikan madu untuk saudaranya. Lalu laki-laki itu datang lagi dan berkata, “Wahai Rasulullah, aku telah memberinya madu, tetapi hal itu hanya membuatnya semakin kembung.” Kemudian Rasulullah berkata, “Pergilah dan beri dia madu.” Lelaki itupun pergi dan memberi saudaranya madu. Kemudian dia datang lagi dan berkata, “Wahai Rasulullah, aku telah memberinya madu, tetapi hal itu justru membuatnya semakin kembung.” Maka Rasulullah SAW bersabda, “Maha Benar Allah, dan perut saudaramu itu bohong. Pergilah dan beri dia madu.” Maka lelaki itupun pergi dan memberinya madu, kemudian saudaranya pun sembuh. (HR. Bukhari dan Muslim)
  3. Dalam sebuah hadits marfu’ yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa minum sesendok madu tiga kali setiap bulannya, maka ia tidak akan terkena penyakit yang besar.” (HR. Ibnu Majah)
  4. Rasulullah SAW bersabda, “Hendaklah kalian menggunakan dua obat, yaitu madu dan Al-Qur’an.” (Al-Mustadrak ‘Alash Shahihain, Al-Hakim, XVII/290)

Download Buku : Fiqih Pemulasaran Jenazah Pasien Covid-19

Kandungan Madu dan Manfaatnya

Di dalam madu terdapat banyak sekali kandungan yang sangat berkhasiat untuk kesehatan tubuh manusia, di antara sebagai berikut:

Nama Zat Khasiat
Asam Amonia Pembentuk protein
Asam Lemak Membantu penyerapan sebagian vitamin pada saluran lambung
Kalsium dan fosfor Membantu pembentukan dan penguatan tulang dan gigi
Potasium, Sodium, dan Kalsium Membantu dalam mengatur gerakan saraf dan otot
Zat Besi Berperan dalam pembentukan haemoglobin darah
Enzim Amilase Merombak pati menjadi glukosa
Enzim Lizozim Memecah  dinding bakteri

Penutup

Demikianlah penjelasan tentang madu adalah sebaik-baiknya makanan dan obat. Semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat kepada saudara semua. Harapannya setelah membaca tulisan ini saudara dapat mengonsumsi madu untuk menjaga kesehatan tubuh dan kekebalan tubuh. Jika saudara menginginkan madu apapun kami bisa melayani hub. 08891770927. Terimakasih dan jangan lupa daftar gratis di website ini agar selalu mendapatkan ilmu terbaru.

Pendidikan Formal : 2003 - 2009 SD N Tugu 1 Sayung Demak, 2009 - 2012 MTs Futuhiyyah-1 Mranggen Demak, 2012 - 2015 MA Futuhiyyah-1 Mranggen Demak, 2015 - 2019 PAI S-1 Universitas Alma Ata Yogyakarta, 2020 - 2022 PAI S-2 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Pendidikan Informal : 2009 - 2015 PonPes Futuhiyyah Mranggen Demak, 2015 - 2017 PonPes Al Munawwir Krapyak Bantul Yogyakarta, 2017 - 2019 PonPes Baitul Qur'an Daarut Tauhiid Yogyakarta.