Peran dan Fungsi Keluarga dalam Mendidik Anak

Diposting pada

Peran Keluarga dalam Mendidik Anak

  1. Dalam Bidang Jasmani dan Kesehatan Anak-anak

Keluarga mempunyai peran penting untuk menolong pertumbuhan anak-anaknya dari segi jasmaniah, baik aspek perkembangan maupun aspek perfungsian. Keluarga dalam menjaga kesehatan anak-anaknya dilaksanakan sebelum bayi lahir. Yaitu memulai pemeliharaan terhadap kesehatan ibu dan memberinya makanan yang baik dan sehat selama mengandung, sebab itu berpengaruh pada anak dalam kandungan. Apabila bayi lahir tanggung jawab keluarga terhadap kesehatan anak dan ibunya menjadi lebih ganda. Di dalamnya termasuk perlindungan, pengobatan, dan pengembangan untuk menentukan tanggung jawab. Dalam menjalankan tugas-tugasnya terhadap pendidikan anak-anaknya keluarga Islam merasa bahwa ia telah menunaikan salah satu yang diwajibkan oleh Islam.[1] Hal ini terdapat petunjuk-petunjuk sebagai cara menjalankan pendidikan jasmani pada anak-anak, sebagai firman Allah:

وَأَعِدُّوالَهُمْ مَّااسْتَطَعْتُمْ مِّنْ قُوَّةٍ

”Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi”.

Di ayat lain Allah juga berfirman:

كُلُوا وَاشْرَبُوا وَلاَ تُسْرِفُوا إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ

“Makan dan minumlah dan jangan kamu berlebih-lebih. Sesungguhnya Allah tidak suka orang yang berlebih-lebihan.”


  1. Dalam Bidang Pendidikan Akal (Intelektual)

Walaupun pendidikan akal dikelola oleh institusi-institusi yang khusus, tetapi keluarga masih tetap memegang peran penting dan tidak dapat dibebaskan dari tanggung jawab. Bahkan ia memegang tanggung jawab besar sebelum anak-anaknya memasuki sekolah. Diantara tugas keluarga adalah untuk menolong anak-anaknya, membuka dan menumbuhkan bakat-bakat, minat dan akalnya dan memperoleh kebiasaan-kebiasaan dan sikap intelektual yang sehat dan melatih indra kemampuan-kemampuan akal tersebut.

Setelah anak masuk sekolah, tanggung jawab keluarga dalam pendidikan intlektual bertambah luas. Sekarang menjadi kewajiban keluarga dalam bidang ini adalah menyiapkan suasana yang sesuai dan mendorong untuk belajar, mengulangi pelajaran, mengerjakan tugas, mengikuti kemajuan sekolah, berkerja sama dengan sekolah untuk menyelesaikan masalah pelajaran yang dihadapinya, mendorong mereka cara yang paling sesuai untuk belajar jika mereka paham akan hal tersebut.begitu juga dengan memberi peluang untuk memilih jurusan pada pelajaran yang disesuaikannya, menghormati ilmu pengetahuan dan orang-orang berilmu dan lain sebagainya.[2]


  1. Dalam Bidang Pendidikan Agama

Perkembangan agama pada masa anak, terjadi melalui pengalaman hidupnya sejak kecil dalam keluarga. Semakin banyak pengalaman yang bersifat agamis, akan semakin banyak unsur agama, maka sikap tindakan, kelakuan dan caranya menghadapi hidup hidup aka sesuai dengan ajaran agama. Pendidikan agama dan spiritual bagi anak-anak adalah termasuk bidang-bidang yang harus mendapat perhatian penuh oleh keluarga.

Pendidikan agama dan spiritual ini berarti membangkitkan kekuatan dan kesedihan spiritual yang birsifat naluri yang ada pada anak-anak melalui bimbingan agama yang sehat dan mengamalkan ajaran-ajaran agama. Begitu juga membekali kepada anak-anak dengan pengetahuan agama dan kebudayaan Islam yang sesuai dengan umurnya dalam bidang-bidang akidah, ibadah, mu’amalat dan sejarah. Begitu juga dengan mengajarkan kepadanya cara-cara yang betul untuk menunaikan syi’ar-syi’ar dan kewajiban agama dan menolongnya nengembangkan sikap agama yang betul.


  1. Dalam Bidang Pendidikan Akhlak

Pendidikan agama berkaitan dengan pendidikan akhlak, tidak berlebihan kalau dikaitkan bahwa pendidikan akhlak dalam pengertian Islam adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari pendidikan agama. Sebab yang baik adalah yang dianggap baik oleh agama dan yang buruk adalah yang dianggap buruk oleh agama, sehingga nilai-nilai akhlak, keutamaan-keutamaan akhlak dalam masyarakat Islam adalah akhlak dan keutamaan yang diajarkan oleh agama, sehingga seorang muslim tidak sempurna agamanya kecuali akhlaknya menjadi baik. Bahwa pendidikan akhlak adalah jiwa pendidikan Islam. Sebab tujuan tertinggi pendidikan Islam adalah mendidik jiwa dan akhlak.[3]


Fungsi keluarga

  1. Fungsi biologis
  2. Menyiapkan dan menyediakan sandang, pangan dan papan bagi anak
  3. Untuk meneruskan keturunan
  4. Memelihara dan merawat anak
  5. Fungsi psikologis
  6. Memberikan kasih sayang dan rasa aman bagi anak
  7. Membina pendewasaan kepribadian anggota keluarganya
  8. Memberikan identitas keluarganya
  9. Fungsi sosialisasi
  10. Meneruskan nilai-nilai budaya keluarga
  11. Membentuk norma-norma perilaku sesuai dengan perrkembangan anak
  12. Fungsi ekonomi
  13. Mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga
  14. Mengatur pengeluaran ekonomi keluarga
  15. Menabung untuk memenuhi kebutuhan keluarga di masa mendatang
  16. Fungsi pendidikan
  17. Mendidik anak sesuai dengan perkembangnya
  18. Menyekolahkan anak untuk memberi bekal pengetahuan

Apabila semua fungsi keluarga tersebut dapat dijalankan dengan baik, maka perkembangan kelurga termasuk anak akan menjadi baik pula. Karena hal itu menunjukkan bahwa kualitas keluarga yang baik.


[1] Nur Ahid. PendidikanKeluaga dalam Perspektif Islam, (Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2010), cet.I., hlm 137-139.
[2] Ibid., hlm139-140.
[3] Ibid., hlm 140-142.

Pendidikan Formal : 2003 - 2009 SD N Tugu 1 Sayung Demak, 2009 - 2012 MTs Futuhiyyah-1 Mranggen Demak, 2012 - 2015 MA Futuhiyyah-1 Mranggen Demak, 2015 - 2019 PAI S-1 Universitas Alma Ata Yogyakarta, 2020 - 2022 PAI S-2 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Pendidikan Informal : 2009 - 2015 PonPes Futuhiyyah Mranggen Demak, 2015 - 2017 PonPes Al Munawwir Krapyak Bantul Yogyakarta, 2017 - 2019 PonPes Baitul Qur'an Daarut Tauhiid Yogyakarta.